Dragon Nest Sea Mobile dan Gue Sendiri


Beberapa hari yang lalu gue lagi pengen nyoba-nyoba permainan yang sebenarnya udah lama banget di kenal di Indonesia bahkan dunia, yaitu Dragon Nest. Game ini adalah game berjenis MMORPG, meskipun gue nggak tahu artinya. Gue dari dulu pengen banget main game ini di laptop, cuma masalahnya dulu itu selesai download gamenya yang berkapasitas besar, filenya corrupt. Shit.


Tapi, sekarang sudah ada yang versi mobile-nya, yang artinya game ini sudah bisa untuk dimainkan di handphone kesayangan anda. Setelah mendengar kabar baik ini, yang gue lakukan adalah mencoba untuk menghapus semua aplikasi yang ada di handphone, karena gue tau permainan ini memerlukan banyak banget kapasitas... dan ternyata benar, kapasitas memori internal yang diharuskan itu di atas 1.5GB. Setelah merasa kalo game ini memiliki magnet tersendiri bagi gue, akhirnya gue menghapus seluruh isi file di handphone untuk memberikan kapasitas ke game ini. Memang gue nggak waras, anjir.

Gue nggak tahu, kayaknya gue akan tertarik dan banyak waktu gue yang akan tersita oleh game ini beberapa minggu ke depan, dan mungkin untuk blog gue sendiri akan sering telat buat publish tulisan baru, gue udah liat statistik blog gue yang akhir-akhir ini menurun drastis dan sampai sekarang masih terus menurun, semoga nggak turun hingga mencapai angka 250PV perhari.

Ah, tapi kayaknya nggak mungkin gue untuk telat menulis postingan perminggu di blog kalau alasannya cuma game, jadi untuk suatu alasan sebenarnya gue sering telat menulis di blog akhir-akhir ini mungkin gue harus jujur dan memberanikan diri untuk publish tulisan di bawah ini.

--------------------

Tulisan yang ini berbeda dengan di atas, tulisan yang sekarang ini dibuat 23 April kemarin dan baru di-publish sekarang karena saat itu gue masih dalam keterbatasan kuota internet. Cuma karena tulisan ini penting, makanya gue tetap akan publish di blog.

Selamat menjalani masa dua tahun blog gue!

Beberapa hari terakhir ini mood gue selalu berubah-ubah setiap saat, kadang bisa normal dan kadang bisa buruk banget. Makanya, intensitas menulis gue akhir-akhir ini lumayan menurun, padahal barusan merayakan tujuh belas tahunan gue di dunia ini dan dua tahun gue menulis di blog yang artinya bulan ini seharusnya gue itu bisa semangat banget nge-blog dan tulisan harus banyak banget, huh. Tapi, kadang kehidupan itu nggak bisa ditebak juga, ternyata di bulan ini makin banyak tekanan dan masalah yang membesar karena gue sadar sekarang gue sudah beranjak dewasa.

Meskipun gue nggak tahu berapa patokan umur orang menilai seseorang menjadi 'dewasa', tapi yang jelas beranjak dewasa itu nggak menyenangkan yang gue kira, banyak tanggung jawab yang satu per satu harus gue hadapi dengan baik, banyak kebebasan yang harus direnggut oleh perkataan, 'Udah deasa kok masih gituan?' atau dengan menjadi dewasa gue bisa dengan mudah mendapat banyak uang seperti yang gue ekspektasikan. Realita ini adalah salah satu yang harus diajarkan ke anak-anak nanti kalo menjadi dewasa itu nggak seindah yang mereka lihat.

Kembali ke topik.

Mood gue selalu berubah-ubah dan gue sadar belum bisa mengontrol sepenuhnya. Kadang gaya menulis gue itu tergantung mood, memang kedengeran nggak baik kalo mengikuti mood, tapi percayalah nggak mudah untuk membuat tulisan yang menyenangkan orang lain kalo gue sendiri lagi kusut.

'Kenapa nggak nulis realita kehidupan lu aja di blog sepenuhnya?'

Well, kadang kalo menulis disini juga gue menaruh porsi, artinya adalah gue ngak bisa sepenuhnya untuk menceritakan kehidupan gue tanpa ada hiperbola yang membuat cerita sedikit dilebih-lebihkan dan hal lain semacamnya untuk buat tulisan asyik dan pembaca bisa paham kalo setiap masalah ada sudut pandang lain yang menarik. Gue nggak bisa menceritakan disini masalah lain gue yang nggak menarik, monoton, ceritanya begitu-begitu saja, dan membosankan. Percayalah, setiap orang mempunyai kehidupan di belakang panggung bahkan untuk orang yang mengatakan, 'This is real me.'


credit 
gambar: https://wallpapercave.com/dragon-nest-wallpaper

Seseorang yang menetap di angkasa, tetapi memaksa turun kebumi dengan sebuah roket yang luar biasa. Salam, Andika Machmud.