Tentang Hujan

00:49:00




Udah musim hujan beberapa hari lalu, nih.
Mau bahas yang ringan-ringan dulu, dan postingan ini kayaknya gue langsung post saat ini juga, jadi apa  yang gue tulis saat itu itulah yang gue pikiran saat itu juga.

Gue jadi ingat lagu-lagu lama yang banyak membahas tentang kenangan yang terjadi saat hujan tiba. Contoh salah satunya : 


Damn. Gue suka banget lagu-lagu beginian. Band Indie itu menurut gue apa, ya? Lirik-lirik yang mereka buat itu bagus banget, dan menurut gue pribadi cocok banget dengan jiwa gue, kayak nyatu gitu. Gue nggak bilang kalo lagu sekarang jelek, ya. Jangan bego.

Sebelum ulangan mid semester senin depan, gue mau main sepuasnya, dengar lagu sepuasnya, begadang, ditemani oleh alunan musik selow. Coba lo dengerin Indie yang selow pas selesai subuh dengan mata yang langsung ke persawahan itu feelnya, shit. Gila-gila. Mantap banget.

Ohiya, bahasan gue kali ini santai aja, nggak terlalu dalam juga soalnya ini sudah jam 02.00 pagi, yang artinya sudah lewat batas tidur gue. 

Gue mau bahas tentang hujan. Bukan hujan punya Tere Liye, bukan. Kita bahas lirik lagu Dialog Hujan saja, yang bahasannya gue maklumi tak setajam silet. Eh, ralat bukan bahas lirik lagu, tapi saat yang tepat buat dengerin lagu Indie yang selow-selow gini.

Mulai, ya.

Liriknya,

Bernyanyi merdu
Bernyanyi sendu
Bebaskan birunya hatimu

Tanpa kata tanpa nada
Rintik hujan pun menafsirkan kedamaian
Hanya rasa hanya prasangka
Yang terdengar di dalam Dialog Hujan.


.

Nah, kan? Baru gue bahas tadi dengerin kalo lagi subuh menjelang pagi dan mata langsung ke persawahan, akal gue langsung bercabang "kalo ditambah rintik hujan saat menjelang pagi" itu lebih dalam lagi.

Hem. 

Bernyanyi merdu, bernyanyi sendu. Coba deh, lo nyayi pake gitar lagu-lagu indie. Bebaskan birunya hatimu.

Ini gue bahas apaan, sih. 
Lanjut.

Tanpa kata, tanpa nada
Rintik hujan pun menafsirkan kedamaian.

Lo percaya suara hujan itu membuat hati menjadi damai nggak? Kebanyakan karena hujan orang-orang jadi malas ngapa-ngapain, dan ada yang bilang "ada hujan, asyiknya tidur nih." Menurut gue, itulah arti menafsirkan hujan membawa kedamaian yang di maksud.

Ada novel atau beberapa cerita yang gue baca, dan tokoh utamanya itu suka banget dengan hal yang berbau hujan. Gue sih nggak kaget. Gue meyakini kalau banyak kejadian penting yang terjadi saat hujan, makanya banyak orang yang suka. Ohiya, bukan cuma buku, tapi ada film juga yang karakternya itu suka banget dengan hujan. Damn it.


"Hujan membawa kedamaian"
  "Kok gitu?"
  "Hujan itu menurut gue nggak cuma membawa kedamaian, tapi kadang ada seseorang yang terobsesi dengan hujan karena ada beberapa kenangan mereka yang terjadi saat hujan. Menurut gue hujan itu 10% air dan 90% kenangan, walaupun ada beberapa yang kenangannya buruk, sih."
  "Berarti sama aja nggak membawa perdamaian, dong?"
  "Jangan lupa kalau selesai hujan itu ada pelanginya, ya."



You Might Also Like

8 komentar

  1. kadang hujan memang begitu , suak baperan juga menyesuaikan dengan kata hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Pendamaian" yang dibawa oleh hujan suka bikin baper, ya? Ha ha ha

      Delete
  2. Hujan biasanya membawa kedamaian jika dibarengi dengan secangkir kopi dan buku bacaan. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, barusan juga ada yang bilang kalo enaknya baca buku atau novel gitu, katanya feel itu dapat banget. :))

      Delete
  3. Baru tahu aku lagunya mas itu, langsung putar lagu sembari baca deh..hehe
    Sayangnya hari ini panas, kalau hujan mungkin pas sama postingan ini..hehe

    Batul tuh mas, air hujannya cuma 10%, lainnya kenangan.wkwk
    Tapi enak ini lagu mas, band indie bnyk yg aku suka lagu2nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tsah! Ada mas Andi lagi blogwalking, nih. Jadi pengen blogwawlking lagi, cuma sekarang masih banyak ujian-ujian.

      Yah, kalau bacanya pas lagi matahari bersinar kayak nggak dapat feelnya. :D

      Iya mas, band Indie itu lagu-lagunya itu bagus-bagus.

      Delete
  4. tenang banget yah bacanya.
    aku juga seperti kebanyakan orang lainnya "aku suka hujan"
    hanya saja bagian paling menyakitkan dari saat hujan itu adalah "kita mampu melupakan kenangan, atau malah larut dalam kenangan itu sendiri." tapi tenang, walaupun hati seolah terbakar dari api kenangan (ceilah gaya), kan 10% lagi air. jadi ga jadi kebakar deh. sorry yah aku ngaco gini, soalnya suka banget sama postingan2 kamu. ringan :))
    jangan lupa lanjutin postingan kamu, tentang hujan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Anonymous!
      Terima kasih telah memberikan komentar kamu tentang postingan ini.
      Kamu tau kenapa aku suka hujan? karena hujan membuatku terlarut memikirkanmu..

      Eh, gimana-gimana? Kok jadi ngaco begini komenku juga.

      "Kita mampu melupakan kenangan atau mampu larut dalam kenangan itu sendiri"
      Oke ini punyaku sendiri "Mereka terlalu sibuk dengan mencari kebahagiaan, sampai mereka tidak tahu kalau kesendirian dalam tetesan hujan itu membawa kedamaian tersendiri."

      Delete

Timeline Twitter